Strategi Anti-Lemas bagi Muslimah Agar Ibadah, Kerja, dan Urusan Domestik Tetap Balance
Seringkali muncul stigma bahwa bulan Ramadhan adalah bulan “istirahat” atau bulan di mana produktivitas menurun. Kita sering mendengar alasan, “Lagi puasa, nih, lemas banget,” atau “Ngantuk, habis sahur belum tidur lagi.” Padahal, jika kita menengok sejarah, banyak kemenangan besar umat Islam justru terjadi di bulan Ramadhan. Sebagai muslimah modern, kita tentu ingin bulan suci ini menjadi waktu di mana kita paling bersinar—bukan hanya di atas sajadah, tapi juga dalam tanggung jawab harian, baik itu pekerjaan kantor, kuliah, maupun mengurus rumah tangga.
Mitos “Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah”
Mari kita luruskan satu hal: Memang ada hadits yang menyebutkan tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, namun hadits tersebut derajatnya lemah (dhaif). Bahkan jika dianggap benar, maksudnya adalah tidur yang diniatkan untuk mengumpulkan tenaga agar bisa beribadah lebih kuat, bukan tidur seharian karena malas.
Muslimah yang produktif tahu bahwa setiap detik di bulan Ramadhan adalah emas. Mengganti produktivitas dengan tidur berlebihan adalah kerugian besar. Kuncinya bukan pada menahan kantuk dengan kopi, tapi pada Manajemen Energi.
1. Rahasia Sahur yang Berkualitas
Produktivitas siang hari ditentukan oleh apa yang kamu makan saat jam 3 pagi.
- Hindari Karbohidrat Sederhana Berlebih: Nasi putih dalam porsi besar atau makanan manis saat sahur justru bikin cepat lapar dan sugar crash (lemas) di jam 10 pagi.
- Fokus pada Serat dan Protein: Telur, dada ayam, gandum, dan sayur-sayuran hijau akan melepaskan energi secara perlahan (slow release).
- Hidrasi Pintar: Gunakan rumus 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, 2 gelas saat sahur) agar tubuhmu tidak dehidrasi. Dehidrasi adalah penyebab nomor satu otak terasa “lemot” saat bekerja.
2. Manajemen Waktu: Metode “Golden Hour”
Waktu paling produktif saat Ramadhan adalah Setelah Subuh hingga Dzuhur. Di waktu ini, perut masih terasa penuh dan otak masih segar.
- Deep Work: Kerjakan tugas yang paling berat (kerjaan kantor, skripsi, atau hafalan Qur’an) di pagi hari.
- Hindari Tidur Setelah Subuh: Ini adalah jebakan maut. Tidur setelah subuh seringkali membuat badan terasa lebih berat dan kepala pening saat bangun. Gunakan waktu ini untuk tadarus atau olahraga ringan.
3. Strategi “Low Energy” di Sore Hari
Saat memasuki waktu Ashar, energi biasanya mulai turun. Inilah saatnya mengalihkan kegiatan ke hal-hal yang bersifat mekanis atau ringan:
- Persiapan Berbuka yang Efektif: Jangan habiskan 3 jam di dapur hanya untuk satu menu. Gunakan metode meal prep yang sudah kita bahas sebelumnya.
- Dzikir Petang: Sambil menunggu waktu berbuka (ngabuburit), basahi lisan dengan dzikir. Ini adalah cara mengisi ulang energi spiritual saat energi fisik mulai habis.
4. Mengatur Shift Ibadah bagi Ibu Rumah Tangga
Bagi muslimah yang sudah memiliki anak, tantangan Ramadhan dua kali lipat lebih besar.
- Libatkan Keluarga: Jangan ragu meminta bantuan suami atau anak yang sudah besar untuk membantu urusan rumah. Ramadhan adalah momen kerjasama keluarga.
- Ibadah Sambil Beraktivitas: Masak sambil mendengarkan murrotal atau ceramah singkat. Mengurus anak dan menyiapkan makanan untuk orang berpuasa adalah pahala besar yang setara dengan ibadah mahdhah jika diniatkan dengan ikhlas.
5. Tetap Cantik dan Segar Selama Puasa
Muslimah produktif juga harus menjaga penampilan agar tetap percaya diri.
- Skincare Routine: Fokus pada hidrasi kulit. Gunakan pelembab yang lebih ekstra karena puasa seringkali membuat kulit kering.
- Olahraga Ringan: Jangan berhenti olahraga. Lakukan stretching atau jalan santai 15 menit sebelum berbuka untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
6. Menghadapi “Haid” di Bulan Ramadhan
Jangan sedih jika tiba-tiba “tamu bulanan” datang. Kamu tetap bisa produktif dan meraih pahala Ramadhan dengan:
- Menyiapkan Takjil untuk Orang Lain: Pahalanya sama dengan orang yang berpuasa.
- Memperbanyak Dzikir dan Doa: Meskipun tidak shalat dan puasa, pintu langit tetap terbuka untuk doamu.
- Belajar Ilmu Agama: Baca buku atau dengarkan kajian tentang sejarah Islam atau fiqih wanita.
Niat adalah Mesin Utama
Pada akhirnya, produktivitas bukan tentang seberapa banyak centang di to-do list kamu, tapi seberapa besar manfaat yang kamu berikan karena Allah. Jika kamu merasa lelah, ingatlah bahwa setiap tetes keringatmu dalam melayani keluarga, setiap rasa kantukmu saat bekerja, dan setiap usaha kerasmu untuk tetap tilawah adalah investasi akhirat yang tak ternilai harganya.
Mari jadikan Ramadhan 2026 ini sebagai saksi bahwa muslimah adalah sosok yang kuat, cerdas, dan penuh semangat dalam mengejar ridha-Nya.
