Kupas Tuntas Kajian Ustadzah Halimah Alaydrus Mengenai “Adab Kepada Allah dalam Ujian”
Kehidupan di dunia memang tidak pernah lepas dari ujian. Bagi seorang muslimah, terkadang beban keseharian mulai dari urusan rumah tangga, pekerjaan, hingga masalah hati seringkali menguras energi dan air mata. Dalam sebuah kajian mendalam, Ustadzah Halimah Alaydrus membedah bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap agar ujian tidak menjadi beban, melainkan menjadi tangga menuju derajat yang lebih tinggi.
Mengapa Allah Memberi Kita Ujian?
Ustadzah Halimah membuka kajian dengan sebuah kalimat yang sangat mendalam:
Allah tidak mengujimu untuk menghancurkanmu, tapi Allah mengujimu untuk membersihkanmu dari apa pun yang bisa menghalangimu sampai kepada-Nya.
Ustadzah Halimah
Beliau menjelaskan bahwa ujian seringkali datang dalam bentuk sesuatu yang kita benci. Namun, di balik kebencian itu, ada rahasia kasih sayang Allah. Jika hidup kita selalu mulus tanpa hambatan, kita mungkin akan lupa caranya bersujud dengan sungguh-sungguh. Ujian adalah cara Allah “memanggil” kita kembali untuk lebih dekat.
Adab Saat Menghadapi Takdir yang Pahit
Banyak orang bisa bersabar, tapi tidak semua punya Adab. Menurut Ustadzah Halimah, ada beberapa poin penting yang harus dijaga oleh seorang muslimah saat sedang diuji:
- Menjaga Prasangka (Husnudzon): Pikiran adalah magnet. Jika kita merasa Allah tidak adil, maka hati akan semakin sempit. Ustadzah mengingatkan untuk selalu berkata pada diri sendiri: “Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untukku.”
- Diam dari Keluhan kepada Manusia: Mengeluh kepada manusia hanya akan menambah beban pikiran. Curhatlah kepada Allah melalui sujud. Jika harus bercerita, carilah orang yang bisa mendekatkanmu kepada Allah, bukan yang justru mengajakmu menghujat keadaan.
- Melihat yang Lebih Sulit: Salah satu cara agar hati tetap luas adalah dengan melihat orang-orang yang ujiannya jauh lebih besar namun tetap bisa tersenyum. Ini akan menimbulkan rasa malu jika kita terus-menerus mengeluh.
Kunci Sukses Menghadapi Masalah: Sabar, Shalat, dan Sholawat
Dalam bagian inti kajiannya, Ustadzah Halimah memberikan “obat” praktis bagi hati yang sedang gundah:
- Sabar yang Indah (Sabrun Jamil): Sabar tanpa disertai omelan. Sabar yang membuat orang lain tidak tahu kalau kita sedang mengalami kesulitan besar.
- Kekuatan Shalat: Jadikan shalat sebagai tempat istirahat, bukan sebagai beban kewajiban. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat sesuai perintah Allah dalam Al-Baqarah: 45.
- Perbanyak Sholawat: Sholawat adalah penenang jiwa. Saat pikiran buntu, perbanyaklah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar Allah memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kisah Hikmah: Keajaiban di Balik Kesabaran
Ustadzah juga menceritakan kisah-kisah para shahabiyah terdahulu yang ujiannya luar biasa hebat, namun karena kesabaran mereka, Allah abadikan nama mereka sebagai penghuni surga. Beliau menegaskan bahwa dunia ini hanya sebentar. Rasa sakit yang kita rasakan hari ini akan hilang begitu kita menginjakkan kaki di surga kelak.
