Waspada! BMKG Beri Peringatan Serius Soal Cuaca Ekstrem di Ramadhan 2026 Yakin Tarawihmu Bakal Aman?
Memasuki bulan Maret 2026, antusiasme umat Muslim menyambut Ramadhan mulai terasa di mana-mana. Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian ekstra selain kesiapan fisik dan iman, yaitu kondisi cuaca. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia diprediksi akan menghadapi tantangan cuaca ekstrem selama bulan suci tahun ini. Bagi kita para muslimah yang sering beraktivitas di luar rumah—mulai dari berburu takjil hingga berangkat shalat Tarawih—memahami kondisi iklim menjadi kunci agar ibadah tetap nyaman dan terjaga.
Maret Puncak Masa Pancaroba yang Tak Menentu
Ramadhan 2026 yang jatuh pada awal Maret bertepatan dengan masa transisi atau pancaroba. Secara ilmiah, masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ini seringkali ditandai dengan perubahan cuaca yang sangat mendadak. Pagi hari bisa terasa sangat terik dan menyengat, namun memasuki sore hari, awan hitam pekat (Cumulonimbus) bisa muncul seketika membawa hujan lebat disertai petir dan angin kencah.
Fenomena ini bukan sekadar rintik hujan biasa. BMKG memperingatkan bahwa curah hujan di bulan Maret 2026 ini diprediksi berada di atas rata-rata normal untuk beberapa wilayah, terutama Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Sulawesi. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita yang ingin menjaga rutinitas ibadah di masjid.
Tantangan Saat Jam “Ngabuburit” dan Berbuka
Bagi banyak muslimah, sore hari adalah waktu paling sibuk. Mulai dari menyiapkan makanan di dapur hingga keluar mencari hidangan berbuka puasa. Potensi hujan lebat yang sering terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB bisa menghambat aktivitas ini.
Hujan di jam-jam krusial ini tidak hanya membuat jalanan macet, tetapi juga meningkatkan risiko banjir di titik-titik rawan. Oleh karena itu, strategi belanja bahan makanan untuk stok beberapa hari ke depan sangat disarankan, agar kita tidak perlu keluar rumah setiap sore di bawah guyuran hujan lebat.
Persiapan Tarawih Jangan Sampai Demam Karena Kehujanan
Shalat Tarawih adalah salah satu momen yang paling dirindukan. Namun, berangkat ke masjid saat cuaca sedang tidak bersahabat membutuhkan persiapan ekstra. Seringkali, hujan turun tepat saat adzan Isya berkumandang. Memaksa berangkat tanpa perlindungan yang cukup bisa membuat daya tahan tubuh menurun.
Ingat, saat berpuasa, tubuh kita lebih rentan jika terkena perubahan suhu yang drastis. Pastikan selalu membawa payung atau jas hujan di dalam tas atau bagasi motor. Bagi jamaah yang berjalan kaki, pilihlah alas kaki yang tidak licin karena lantai teras masjid seringkali menjadi sangat basah dan berbahaya akibat tempias hujan.
Tips Tetap Fit Menghadapi Cuaca Ekstrem Saat Puasa
Menghadapi cuaca yang “galau”—panas di siang hari dan hujan badai di malam hari—membutuhkan manajemen kesehatan yang baik:
- Hidrasi yang Cukup: Udara panas di siang hari bikin kita cepat haus dan dehidrasi. Pastikan minum air putih yang cukup saat sahur untuk membentengi tubuh.
- Konsumsi Vitamin: Di masa pancaroba, virus lebih mudah berkembang. Tambahkan konsumsi madu atau vitamin C saat berbuka untuk menjaga imunitas.
- Pakaian yang Sesuai: Gunakan pakaian yang menyerap keringat di siang hari, tapi jangan lupa bawa jaket atau outer saat hendak berangkat Tarawih untuk melindungi diri dari angin malam yang dingin.
Hikmah di Balik Hujan saat Ramadhan
Sebagai muslimah, kita diajarkan bahwa hujan adalah rahmat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah saat hujan turun. Jika nanti saat kita berbuka atau saat berangkat ke masjid diiringi suara rintik hujan, janganlah mengeluh. Jadikan momen itu untuk memperbanyak doa kepada Allah. Hujan yang turun justru bisa menyejukkan suhu udara yang terik di siang hari, membuat suasana malam Ramadhan menjadi lebih syahdu untuk bermunajat.
Ibadah yang maksimal memerlukan persiapan yang matang, termasuk kesiapan menghadapi alam. Dengan memantau informasi cuaca secara rutin dari kanal resmi BMKG dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan, insya Allah ibadah Ramadhan 2026 kita tetap berjalan lancar tanpa terkendala kesehatan. Tetap waspada, tetap semangat, dan jangan biarkan hujan menghalangi langkahmu menuju rumah Allah.
